TEKA-TEKI PAIKEM
GEMBROT
Narator:
Pada suatu siang
yang begitu terik, tampak seorang guru muda yang baru saja selesai mengajar.
Sesampainya di rumah, ia langsung masuk ke kamar dan menutup pintu dan jendela.
Kondisi kamar yang gelap, seakan menggambarkan suasana hatinya yang sedang
galau. Pakaiannya tampak lusuh, rambutnya acak-acakan. Apakah gerangan yang
sedang mengganggu pikirannya? Mari sama-sama kita saksikan cerita berikut
ini....
Adegan 1 (di
sebuah kamar yang terlihat gelap)
Pak Gino : ( duduk di tempat tidur sambil melepas sepatu) “haduh,
hari ini begitu melelahkan. Udara di luar panas, pikiran juga panas, ubun-ubun
rasanya mendidih. Hmm... menjadi guru ternyata tak semudah yang aku bayangkan.
Murid-muridnya nuakal-nakal, kepala rasanya mau pecah.” ( Merebahkan badan di
tempat tidur) “Apa ini karma y, pas jaman kuliah dulu kan aku nggak pernah
serius. Kuliah jarang masuk, Waktu dosen sibuk menjelaskan materi, aku sibuk
BB.an, dikasih tugas, malah copas. Hmm...”
Narator:
Ketika
sang guru muda sedang merenung, tiba-tiba muncullah sosok yang aneh
dihadapannya.
Peri
kurikulum: (muncul di hadapan pak Gino dengan tiba-tiba) “ ahihihihih.....
virus galau tampaknya semakin merajalela nih. Bahkan guru setampan ini pun juga
bisa terinveksi virus galau. (Duduk di samping pak Gino) “ Hay pak guru
ganteng, kenapa mukanya ditekuk gitu sih?”
Pak Gino : (kaget) “si..si...siapa kau? Bagaiman kau
bisa ada di sini?”
Peri kurikulum : “ hehehe... pak guru
nggak usah takut. Masak sama peri yang secantik dan seunyu ini takut.”
(menjabat tangan pak Gino) “Perkenalkan, namaku peri kurikulum. Aku diutus ratu
paikem gembrot untuk menemuimu.”
Pak Gino :
“Ratu Paikem Gembrot???? Hahaha namanya lucu banget. Pasti orangnya tua, jelek,
gembrot. Ngapain dia menyuruhmu menemuiku?”
Peri kurikulum : “Huss... jaga mulutmu.
Kau ini sombong sekali. Jangan menilai seseorang dari namanya. Ratu Paikem
Gembrot adalah orang yang bisa membantu menyelesaikan masalahmu.”
Pak Gino :
“ hah, menyelesaikan masalahku? Kayak pegadaian aja, menyelesaikan masalah
tanpa masalah. Hahaha....”
Peri kurikulum : “ Kau ini, mau
dibantuin apa enggak?”
Pak Gino :
“ Memangnya kau tahu apa masalahku?”
Peri kurikulum : “ Y iyeslah. Apa sih yang g diketahui sama peri kurikulum. Sudah
jangan banyak omong, ayo cepat ikut aku.” (Menarik tangan Pak Gino)
Pak Gino :
“ Ta... ta.. ta.. tapi.....”







