Pages

Naskah drama (Eksus)



TEKA-TEKI PAIKEM GEMBROT

Narator:
Pada suatu siang yang begitu terik, tampak seorang guru muda yang baru saja selesai mengajar. Sesampainya di rumah, ia langsung masuk ke kamar dan menutup pintu dan jendela. Kondisi kamar yang gelap, seakan menggambarkan suasana hatinya yang sedang galau. Pakaiannya tampak lusuh, rambutnya acak-acakan. Apakah gerangan yang sedang mengganggu pikirannya? Mari sama-sama kita saksikan cerita berikut ini....
Adegan 1 (di sebuah kamar yang terlihat gelap)
Pak Gino             : ( duduk di tempat tidur sambil melepas sepatu) “haduh, hari ini begitu melelahkan. Udara di luar panas, pikiran juga panas, ubun-ubun rasanya mendidih. Hmm... menjadi guru ternyata tak semudah yang aku bayangkan. Murid-muridnya nuakal-nakal, kepala rasanya mau pecah.” ( Merebahkan badan di tempat tidur) “Apa ini karma y, pas jaman kuliah dulu kan aku nggak pernah serius. Kuliah jarang masuk, Waktu dosen sibuk menjelaskan materi, aku sibuk BB.an, dikasih tugas, malah copas. Hmm...”
Narator:
Ketika sang guru muda sedang merenung, tiba-tiba muncullah sosok yang aneh dihadapannya.
Peri kurikulum: (muncul di hadapan pak Gino dengan tiba-tiba) “ ahihihihih..... virus galau tampaknya semakin merajalela nih. Bahkan guru setampan ini pun juga bisa terinveksi virus galau. (Duduk di samping pak Gino) “ Hay pak guru ganteng, kenapa mukanya ditekuk gitu sih?”
Pak Gino           :  (kaget) “si..si...siapa kau? Bagaiman kau bisa ada di sini?”
Peri kurikulum : “ hehehe... pak guru nggak usah takut. Masak sama peri yang secantik dan seunyu ini takut.” (menjabat tangan pak Gino) “Perkenalkan, namaku peri kurikulum. Aku diutus ratu paikem gembrot untuk menemuimu.”
Pak Gino           : “Ratu Paikem Gembrot???? Hahaha namanya lucu banget. Pasti orangnya tua, jelek, gembrot. Ngapain dia menyuruhmu menemuiku?”
Peri kurikulum : “Huss... jaga mulutmu. Kau ini sombong sekali. Jangan menilai seseorang dari namanya. Ratu Paikem Gembrot adalah orang yang bisa membantu menyelesaikan masalahmu.”
Pak Gino           : “ hah, menyelesaikan masalahku? Kayak pegadaian aja, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Hahaha....”
Peri kurikulum : “ Kau ini, mau dibantuin apa enggak?”
Pak Gino           : “ Memangnya kau tahu apa masalahku?”
Peri kurikulum   : “ Y iyeslah. Apa sih yang g diketahui sama peri kurikulum. Sudah jangan banyak omong, ayo cepat ikut aku.” (Menarik tangan Pak Gino)
Pak Gino           : “ Ta... ta.. ta.. tapi.....”


Adegan 2 ( negeri perangkat pembelajaran)
Narator:
Dengan sangat terpaksa, Pak Gino harus mengikuti peri kurikulum. Akhirnya tibalah mereka berdua di sebuah tempat yang belum pernah diketahui oleh pak Gino sebelumnya, yaitu sebuah negeri yang bernama negeri perangkat pembelajaran.
Peri kurikulum : “This is it, inilah jalan untuk menyelesaikan masalahmu.”
Pak Gino           : “ Maksudnya??? Tempat apa ini, aneh sekali”
Peri kurikulum   : “ Ini adalah pintu gerbang untuk mencari penyelesaian masalahmu. Masuklah, telusuri negeri ini untuk bisa bertemu dengan ratu Paikem Gembrot. Tapi berhati-hatilah, karena di depan telah menanti berbagai macam rintangan. Teguhkanlah tekadmu, hingga kau bisa bertemu dengan ratu Paikem Gembrot.”
Pak Gino           : “ Tapi, aku masih belum paham apa maksud dari semua ini? apa yang harus kulakukan?”
Peri kurikulum   : “ Ratu Paikem Gembrot berada di taman Buku Siswa. Untuk bisa sampai di sana, kau harus melewati kotak RPP-Silabus, lorong LKS-LP, dan taman buku siswa.”
Pak Gino           : “ Kotak RPP-Silabus, lorong LKS-LP, taman Buku Siswa.”
Peri kurikulum : “ Yupz, benar sekali. Kau akan menemukan petunjuk-petunjuk baru di setiap tempat itu. Dalam kotak RPP-Silabus, kau akan harus mencari putri Indi untuk mendapatkan sebuah kotak emas yang sangat berguna untuk perjalananmu selanjutnya. Kau mengerti???”
Pak Gino           : (Menggaruk-garuk kepala)“ Enggak sih sebenarnya.”
Peri kurikulum   : “ haduh, nih guru muda ganteng-ganteng tapi kok lemot y. Sudahlah kalau begitu, ikuti kata hatimu saja. Ingat, kau harus tetap fokus pada tujuan utamamu. Berhati-hatilah dengan semua godaan yang bisa menghancurkan mimpimu. Ok, good bye, Wish you all the best ya....” (pergi meninggalkan pak Gino)
Narator :
Akhirnya, sang peri kurikulum pun pergi meninggalkan pak Gino seorang diri. Di tengah kebingungannya, pak Gino mencoba melangkah perlahan. Ia berharap bisa bertemu dengan ratu paikem gembrot dan bisa menemukan jawaban dari semua teka-teki ini
Adegan 3 (kotak RPP-Silabus).
Pak Gino           : (komat-kamit kebingungan sambil mengelus-ngelus tengkuk belakang) “ aduh, mbh permisi, numpang lewat. Saya ndak berniat macem-macem, Cuma numpang lewat. Nih sebenernya tempat apa sih, kok aneh banget???”
Mak Ledom      : (Menepuk punggung pak Gino dari belakang) “Hay anak muda, apa yang kau lakukan di sini?”
Pak Gino           : (Kaget) Astaghfirullah. Ehm, anu.... anu... anu... mak, eh mbah eh nyai, aduh apa y?”
Mak Ledom      : “ Mak Ledom. Panggil saja aku mak Ledom. Sedang apa kau di sini?”
Pak Gino           : “ ehm, anu mak... Saya ke sini mau bertemu dengan putri Indi. Apa emak tahu di mana putri Indi?”
Mak Ledom      : “ Putri Indi? Untuk apa kau mencarinya?”
Pak Gino           : “Aku diperintahkan untuk menemui putri Indi demi mendapatkan sebuah kotak emas ajaib.”
Mak Ledom      : “ Hahaha... kotak emas? Untuk apa kau ingin mendapatkan kotak emas itu?”
Pak Gino           : “ Peri kurikulum memerintahkanku untuk mencari kotak emas ajaib itu agar aku bisa menemui ratu Paikem Gembrot. Aku ingin berguru padanya agar bisa menjadi seorang guru profesional.”
Mak Ledom      : “ hahaha... guru profesional? Apa itu penting? Kau sudah punya ini kan?” (menunjukkan selembar kertas ijazah)
Pak Gino           : “ Ya tentu saja, aku kan lulusan S1 kependidikan.”
Mak Ledom      : “ Kau juga sudah diangkat sebagai pegawai negeri kan?”
Pak Gino           : “ Iya”
Mak Ledom      : “ Terus apalagi yang mau kau cari? Bukankah itu semua sudah cukup untuk menunjang profesimu sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ( katanya)”
Pak Gino           : (Terdiam)
Mak Ledom      : “Sudahlah, lebih baik kau pulang saja. Di depan saja terlalu banyak rintangan yang bisa mengancam keselamatanmu. Toh tanpa si Paikem Gembrot itu, kamu sudah diakui sebagai guru, fulus yang kau dapatpun juga lumayan. Terus apalagi?”
Pak Gino           : (masih terdiam)
Mak Ledom      : (terus mempengaruhi). “Sudahlah pulang saja anak muda. Ingat, kekasihmu sudah menunggu. Makanan di rumahmu juga sudah tak sabar tuk disantap. Pulanglah... ayo pulanglah....
Pak Gino           : “ Tidakk!!!”
Mak Ledom      : (kaget sampai terjatuh) “ Aduh, bilang-bilang donk kalau mau teriak.”
Pak Gino           : “ ma.. ma’af mak. (membantu mak Ledom berdiri). Tidak, aku tidak akan menyerah. Aku akan tetap melanjutkan misi ini. Aku harus bertemu dengan putri Indi. Semangaattt”(mengepalkan tangan)
Mak Ledom      : “ Baiklah kalau kau tetap bersikukuh. Tapi, sebelum kau menemui putri Indi, kau harus bisa menemukan jawaban dari teka-teki ku.”
Pak Gino           : “ hahaha... malah ngajakin main teka-teki. Baiklah, apa pertanyaannya?
Mak Ledom      : “ Aku adalah mata uang yang berlaku di semua negara. Siapakah aku?”
Pak Gino           : (terdiam sambil mikir)
Mak Ledom      : “ sekarang lanjutkanlah perjalananmu. Perhatikan sekelilingmu untuk bisa membantu memecahkan teka-teki ini.”
Narator:
Pak Gino kembali melanjutkan perjalanannya. Ia merasa kebingungan mencari jawaban dari teka-teki itu. Di tengah perjalanan tiba-tiba ia bertemu dengan dua orang wanita.
Pak Gino         : “ Permisi mbak, ma’f mengganggu. saya cuma mau numpang nanya.”
Peni                 : “Iya mas, mau nanya apa?”
Laian               : “ Eh eh eh, enak aja mau nanya-nanya. Situ pikir kita mbah google, yang tahu segalanya.”
Peni                 : “ Hus, Laian, kamu gak boleh gitu, judes amat sih jadi cewek.”
Laian               : “ aduh mbak Peni, kalo sama tampang-tampang playboy gini mah gak perlu ramah. Paling itu cuman alibi, sok-sok mau nanya, padahal cuman mau kenalan.
Peni                 : “ Kamu itu, GR. Ma’af ya mas, adik saya ini memang suka judes. Tapi sebenarnya baik kok.
Pak Gino         : “ iya mbak, gak papa kok. Perkenalkan, nama saya Gino. Sebenarnya saya sedang kebingungan mencari jawaban dari teka-teki yang diberikan mak Ledom. Mungkin mbak-mbaknya ini bisa bantu?”
Peni                 :” Ooo... mak Ledom. Memangnya pertanyaannya apa?
Pak Gino         : “ Aku adalah mata uang yang berlaku di manapun. Siapakah aku?”
Laian               : “ haha... Masa’ gitu aja ngggak tahu. Ow iy, kamu kan Cuma modal tampang doank, otaknya dong-dong.”
Peni                 : “ Laian!!! Jaga bicara kamu. Ma’af ya mas. Kalau menurut saya sih, mas pun juga pernah merasakan sesuatu itu. Semua berhak memperoleh ‘sesuatu itu’. Tidak akan pernah ada kata kadaluarsa baginya.”
Laian               : “ Dia itu bisa lebih memanusiakan manusia.”
Pak Gino         : “ Memanusiakan manusia?” (mikir)
Peni                 : “ Ma’af mas, Cuma itu saja petunjuk yang bisa kami berikan. Kalau begitu, kami berdua permisi dulu ya, mari...
Pak Gino         : “ oh iya, terimakasih mbak...”
Narator:
Setelah memberikan beberapa clue, kedua gadis itu pergi. Pak Gino mulai memikirkan hal-hal yang diucapkan oleh kedua gadis itu.
Pak Gino         : “ hmm... memanusiakan manusia. Apa y maksudnya? (terdiam beberapa saat) Aha, aku tahu mata uang yang berlaku di semua negara adalah ‘PENDIDIKAN’
Putri Indi        : (muncul tiba-tiba setelah pak Gino mengucapkan kata pendidikan) “ yah, selamat, kau benar. Kau telah berhasil memecahkan teka-teki mak Ledom.”
Pak Gino         : “ Apakah kau, putri Indi???”
Putri Indi        : “ Ya, akulah putri Indi yang kau cari. Karena kau telah berhasil memecahkan teka-teki dari mak Ledom, maka kau berhak mendapatkan kotak emas ini. Di dalamnya ada sebuah bola emas. Tapi, kau tidak boleh membukanya sebelum bertemu dengan ratu Paikem Gembrot. Kau mengerti?”
Pak Gino         : “ Siap putri, saya mengerti.”
Putri                : “ Bagus... sekarang, lihatlah di depan sana ada sebuah lorong. Itu adalah lorong LKS-LP. Masuklah ke dalamnya, carilah putri Tupel. Ia akan memberimu satu bola emas. Apa kau siap melanjutkan perjalananmu?”
Pak Gino         : “Siap putri!!!”
Putri                : “ Pesanku, jagalah baik-baik kotak dan bola emas ini, jangan sampai ada yang merebutnya. Dan, jangan pernah membukanya sebelum kau bertemu ratu Paikem Gembrot”
Pak Gino         : “ tapi kenapa demikian?”
Putri Indi        : (menghilang)
Pak Gino         : “ putri... putri Indi... putri di mana? (kebingungan)
Narator:
Putri Indi menghilang begitu saja. Akhirnya, pak Gino melanjutkan perjalanannya kembali. Sebelum memasuki lorong LKS-LP, ia dihadang oleh 2 orang wanita cantik.
Cewe’ 1          : “ Hay pak Guru ganteng, mau kemana nih kok buru-buru amat?”
Cewe’ 2          : “ Iya nih, godain kita dulu donk.....”
Pak Gino         : (tampak mulai tergoda). Waduh, ada cewe’ cantik nih. Hay neng, sedang apa kalian di sini?”
Cewe’ 1          : “ sedang nungguin bapak. Bapak pasti lelah kan, ayo sini ngasoh dulu.”
Pak Gino         : “ tapi, saya harus masuk ke lorong ini dan mencari putri Tupel”
Cewe’ 2          : “ Ah, itu kan bisa nanti-nanti. Sekarang kita nyantai aja dulu.”
Pak Gino         : “ ehm, baiklah. Tapi sebentar saja ya... kebetulan saya juga lelah.” (duduk bersama para cewe’)
Cewe’ 1          : “ iya pak, kita santai-santai saja dulu. Ini airnya pak diminum dulu.”
Pak Gino         : “ terimakasih”
Cewe’2           : “ bapak pasti capek ya, sini biar saya pijitin” (memijat pundak pak Gino)
Cewe’ 1          : “ barangnya di taruh dulu ya pak, biar lebih rilex. ( melepaskan kotak emas dari tangan pak Gino dan berniat mengambilnya)
Pak Gino         : (tersadar). “ Hentikan! apa yang akan kau lakukan???”
Cewe’ 1          : (gelagapan)
Cewe’ 2          : “ aduh pak, slowdown baby. Kita nggak mau macem-macem kok, Cuma mau mengamankannya saja.”
Cewe’ 1          : “ iya  pak, saya Cuma mau mengamankannya saja.”
Pak Gino         : “ Tidak, kalian pasti mau mencuri kotak emas ini. Astaghfirullah, hampir saja aku tertipu oleh racun-racun dunia ini. saya harus segera pergi. Permisi”
Cewe’1 dan 2 : “ tapi pak, tunggu... tunggu...
(terjadi adegan tarik-tarikan. Namun, pada akhirnya pak Gino berhasil melepaskan diri dan masuk ke lorong LKS-LP)

Narator :
Akhirnya, sampailah Pak Gino di lorong LKS-LP
Adegan 4 (Lorong LKS-LP)
Pak Gino         : (terengah-engah)“ huft, akhirnya aku bisa juga lolos dari kedua racun dunia itu. Untung saja, imanku masih kuat, kalau enggak, hancur sudah semuanya. Lebih baik aku beristirahat di sini sebentar” (duduk sembari melepas lelah)
Kolektor barang antik: “ hay anak muda, sedang ngasoh y. Kelihatannya kok capek banget, habis lari maraton ya...”
Pak Gino         : “ eh enggak, ni tadi saya habis dikejar-kejar sama dua orang cewe’. Untung saja bisa melarikan diri.
Kolektor barang antik: “ aduh, ganteng-ganteng kok takut sama perempuan. Perempuan itu, dibalik kelemahannya, bisa menghancurkan martabat seorang laki-laki. Jadi, kamu harus berhati-hati dengan mereka.”
Pak Gino         : “ hmmm... ibu benar juga. Berarti saya juga harus berhati-hati dengan ibu donk, ibu kan juga wanita.”
Kolektor barang antik: “ hahaha... kau ini lucu. Aku sudah punya suami, dan nggak tertarik sama berondong.”
Pak Gino         : “ terus, ngapain ibu di sini”
Kolektor barang antik: “ aku adalah kolektor barang antik. Aku tertarik dengan kotak emas yang kau bawa. Apa kau mau menjualnya padaku?”
Pak Gino         : “ Ma’af bu, barang ini tidak dijual.”
Kolektor barang antik: “ yakin nggak mau menukarnya dengan uang sebanyak ini? atau masih kurang, saya bisa tambahin?”
Pak Gino         : “ tapi bu, saya harus menjaga barang ini agar bisa bertemu dengan  ratu Paikem Gembrot”
Kolektor barang antik: : “ Halah, buat apa sih kamu mau ketemu sama si Paikem Gembrot itu. Toh kamu juga gak akan dapat uang sepeser pun. Atau mau tak tambahion lagi, okelah tak tambahin lagi...”
Pak Gino         : (melotot melihat uang, sampai hampir ngiler)
Kolektor barang antik: “ nih coba cium baunya, wangi kan??? Kamu bisa beli apapun yang kau mau dengan uang-uang ini. ayo coba pegang dulu.”
Pak Gino         : ( semakin terlena dan akhirnya mau mengambil uangnya)
Kolektor barang antik: “ Kau bisa ambil semua uang itu, asalkan kau memberikan kotak emas itu padaku. Gampang kan...”
Pak Gino         : ( semakin terlena) “Iya...”
Kolektor barang antik: “ kalau begitu, sini kotaknya biar saya bawa.” (mengambil kotak emas dari tangan pak Gino)
Pak Gino         : (tersadar dan langsung berdiri sambil memeluk kotak emasnya) “ Tidaak!!! Aku tidak akan melepaskan kotak emas ini. nih, ambil saja semua uangmu. Permisi!!!” (melemparkan uang ke tanah dan berlari sambil memeluk kotak emasnya)
Setelah merasa aman, akhirnya pak Gino berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.
Putri Tupel      : “ selamat anak muda, kau telah berhasil mempertahankan kotak emas ini.” (tersenyum)
Pak Gino         : (kaget) “ Apa kau Putri Tupel?
Putri Tupel      : “ Iya, tepat sekali. Saya adalah putri Tupel. Sekali lagi selamat, kau telah berhasil mempertahankan kotak emas ini. karena kau telah sampai di sini denagn membawa kotak emas itu, maka aku akan memberikan bola emas yang kedua ini untukmu.”(meletakkannya di dalam kotak emas)
Pak Gino         : “ Terima kasih putri.”
Putri Tupel      : “ Ingat, kau harus menjaga kotak ini baik-baik. Selangkah lagi kau akan bisa bertemu dengan ratu Paikem Gembrot. Dia sedang ditawan oleh Bos Sarana. Kau harus bisa membebaskan ratu Paikem. Tapi kau harus berhati-hati, Bos Sarana sangatlah licik. Dia tidak akan membiarkanmu begitu saja untuk dapat membebaskan ratu Paikem.”
Pak Gino         : “ tapi, mungkinkah aku bisa mengalahkan Bos Sarana yang licik itu?”
Putri Tupel      : “ itu semua tergantung pada dirimu sendiri. Jika tekad dan kemauanmu begitu kuat, maka kau pasti bisa mengalahkannya. Ini, (menyerahkan sesuatu) taburkanlah garam ini tepat di muka Bos Sarana itu. Garam ini akan membuat penglihatannya kabur. Lalu ikatlah kaki dan tangannya dengan tali ini. Percayalah pada dirimu sendiri bahwa kau pasti bisa...”
Pak Gino         : “ terimakasih putri. Saya yakin, saya pasti bisa. Kalau begitu, saya mohon izin untuk melanjutkan perjalanan. Mohon doa restu, putri Tupel”
Putri Tupel      : “ pasti anak muda. Doaku akan selalu menyertaimu.”
Narator:
Setelah berhasil mendapatkan bola emas yang kedua, pak Gino melanjutkan perjalanannya menuju taman buku siswa. Ketika hendak melewati sebuah jembatan, tiba-tiba ia dihadang oleh seorang anak kecil.
Warni              : “ Eits, tunggu dulu paman. Kau tidak bisa melewati jembatan ini tanpa seizinku.”
Pak Gino         : “ Adik kecil yang manis, siapa namamu? Kenapa paman tidak boleh lewat sini? Paman punya urusan penting, jadi tolong izinkan paman lewat ya....”
Warni              : “ tidak, tidak boleh. Namaku Warni, penjaga jembatan ini. siapa pun tak boleh lewat tanpa seizinku.”
Pak Gino         : “ Dek Warni yang manis, paman mohon ya izinkan paman lewat. Ini sangat penting sekali. Paman harus segera membebaskan ratu Paikem Gembrot.
Warni              : “ Hmm,,, baiklah. Tapi dengan satu syarat.”
Pak Gino         : “ Syarat? Ehm, baiklah. Apa syaratnya?”
Warni              : “ Paman harus bisa menghiburku.”
Pak Gino         : “ Caranya?”
Warni              : “ Caranya mudah. Paman harus bernyanyi, menari, atau menggambar untukku. Paman boleh pilih salah satu kok.”
Pak Gino         : “ Ehm, baiklah, paman akan menari untukmu. Tapi, dek Warni juga harus mengikutinya ya...”
Warni              : “ oke oke”
Pak Gino         : (menari-nari)
Warni              : (mengikuti di belakangnya)
Pak Gino         : “ Bagaimana, kau senang kan?”
Warni              : “ Iya iya, aku bahagia sekali hari ini. aku tak pernah menari-nari seperti ini sebelumnya.
Pak Gino         : “ Kau pandai menari juga ternyata. Setelah ini, harus banyak latihan ya...”
Warni              : “ Iya paman. Baiklah sesuai janjiku, karena paman sudah membuatku senang hari ini, maka paman boleh melewati jembatan ini.
Pak Gino         : “ Terimakasih sayang, sampai ketemu lagi di lain waktu ya....” (Melambaikan tangan.)
Warni              : “ Iya, selamat jalan paman, hati-hati ya...” (melambaikan tangan)
Narator:
Akhirnya, pak Gino berhasil melewati jembatan itu. Tak lama kemudian, ia berhasil menemukan ratu Paikem Gembrot yang sedang diikat di sebuah pohon. Ketika pak Gino hendak mendekati sang ratu, tiba-tiba ia dihadang oleh Bos Sarana.
Pak Gino         : “ ratu Paikem Gembrot. Benarkauh itu kau?”
Ratu Paikem Gembrot: “ Ya, kau benar. Cepat tolong aku.”
Pak Gino         : “ Baik ratu, bertahanlah.”
Bos Sarana      : (muncul tiba-tiba) “ hahaha.... mau apa kau anak muda?”
Pak Gino         : “ Aku akan membebaskan ratu Paikem Gembrot dari cengkramanmu.”
Bos Sarana      : “ Hahaha.... anak baru kemaren sore, mau coba-coba melawanku. Sudah kembali pulang saja kau, daripada menyesal akhirnya.”
Pak Gino         : “ tidak, aku tidak akan menyerah sampai titik darah penghabisan. Ayo kita bertarung.” (Menyiapkan kuda-kuda)
Bos Sarana      : “ Ternyata besar juga nyalimu ya... baiklah, ayo kau maju duluan.”
(Terjadi perkelahian sengit)
Pak Gino         : (melemparkan garam ke muka Bos Sarana) “Rasakan ini!!!”
Bos Sarana      : “ aduh mataku,,, kurang ajar kau.” (terjatuh sambil memegang mukanya)
Pak Gino         : “ Tamatlah riwayatmu.” (mengikat kedua kaki dan tangan Bos Sarana). ( Berlari menghampiri ratu Paikem Gembrot lalu melepaskan ikatannya. Pak Gino tercengang melihat kecantikan Ratu Paikem Gembrot). “ Apakah kau benar-benar ratu Paikem Gembrot? Cantik sekali...”
Ratu Paikem Gembrot: “ Ya, akulah ratu Paikem Gembrot yang kau cari. Aku yakin sebenarnya kau adalah sosok yang teguh dan kuat dalam pendirian. Oleh karena itu, aku memerintahkan peri kurikulum untuk memintamu menyelamatkanku.”
Pak Gino         : (masih tertegun oleh kecantikan ratu Paikem Gembrot)
Ratu Paikem Gembrot: “ ini adalah bola emas yang ketiga. Sekarang bukalah kotak emas itu, dan bacalah pesan di dalamnya.”
Pak Gino         : (membuka kotak emas kemudian membaca isi pesan pada masing-masing bola emas) “ 3 aturan emas untuk meraih kesuksesan: 1) Have great drems, 2) have greet deeds, 3) Have great drive.”
Narator:
Akhirnya pak Gino berhasil menyelamatkan Ratu Paikem Gembrot. Ia juga mendapatkan 3 kunci kesuksesan. Dalam perjalanan, pak Gino mendapatkan banyak pelajaran demi kemajuan hidupnya. Namun, ternyata itu semua adalah mimpi Pak Gino di siang bolong. Akhirnya ia terbangunkan oleh suara alarm di Hpnya.
Adegan 3 (Kamar Pak Gino)
(Kriiiiiing)
Pak Gino         : (kaget dan akhirnya terbangun) “ Ratu Paikem Gembrot!!!, huft, dasar alarm kurang ajar. Astaghfirullah, ternyata semuanya hanya mimpi. Tuhan, apakah ini petunjuk darimu??? Hmm... Paikem Gembrot??? Pembelajaran aktif, , inovatif, kreatif, menyenangkan, gembira, dan berbobot. Yah, besok aku harus mulai menerapkan Paikem Gembrot di sekolah.
Narator:
Ternyata, mimpi itu telah memberikan pelajaran yang berharga pada Pak Gino. Sejak saat itu, Pak Gino menjadi pribadi yang lebih bijak, dan sosok guru yang menyenangkan bagi murid-muridnya.












  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Anonim mengatakan...

wih , keren .. ini kmu ori bikin sendiri ???

Posting Komentar