Di tengah kota yang begitu ramai, aku tersudut di ujung sunyi
Gemerlapnya lampu malam, tak mampu menerangi sudut gelap hati ini
Cahaya sang surya tak lagi tertangkap sempurna oleh retina
Semuanya gelap, tak ada setitik pun pelita
Oksigen beredar bebas di bumi, tapi paru-paru kehilangan daya tuk menangkapnya
Darah merah segar, kini menjelma menjadi hitam pekat
Dada terasa sesak, jantung pun berdetak lambat
Virus-virus keputus asaan tlah melumpuhkan limfosit dalam raga
Tak ada lagi harap
Akankah sang fajar hadir menggantikan malam?...
Tapi...
Saat kurasakan hadirMu dalam relung hati
Semua organ kembali berfungsi
Oksigen kembali menyegarkan diri, jantungpun berdetak mengikuti irama kasih
Virus-virus dibuat tak berdaya oleh para tentara raga
Kaulah pelita hatiku, Kau terangi setiap sudut gelap hati ini
Kau taburkan benih cinta kasih yang menghiasi taman hati
KarenaMu aku mampu, karenaMu aku mau
Karena mencintaiMu...
Akan slalu membawa kedamaian dalam kalbu
Gemerlapnya lampu malam, tak mampu menerangi sudut gelap hati ini
Cahaya sang surya tak lagi tertangkap sempurna oleh retina
Semuanya gelap, tak ada setitik pun pelita
Oksigen beredar bebas di bumi, tapi paru-paru kehilangan daya tuk menangkapnya
Darah merah segar, kini menjelma menjadi hitam pekat
Dada terasa sesak, jantung pun berdetak lambat
Virus-virus keputus asaan tlah melumpuhkan limfosit dalam raga
Tak ada lagi harap
Akankah sang fajar hadir menggantikan malam?...
Tapi...
Saat kurasakan hadirMu dalam relung hati
Semua organ kembali berfungsi
Oksigen kembali menyegarkan diri, jantungpun berdetak mengikuti irama kasih
Virus-virus dibuat tak berdaya oleh para tentara raga
Kaulah pelita hatiku, Kau terangi setiap sudut gelap hati ini
Kau taburkan benih cinta kasih yang menghiasi taman hati
KarenaMu aku mampu, karenaMu aku mau
Karena mencintaiMu...
Akan slalu membawa kedamaian dalam kalbu







0 komentar:
Posting Komentar