Pages

Tak Seharusnya

Cahya jingga di ufuk barat tlah lenyap
Sang Dewi malam mulai menempati singgasananya
Tampaknya ia sedang sendiri di sana
Tapi senyumnya tetap menghiasi malam

Kupejamkan mata sejenak
Mencoba rasakan lembutnya belaian angin malam
Dan...
Kuputar kembali rekaman ”itu”

Begitu indah, kata itulah yang harusnya terucap
Tapi rasanya bibir ini tlah terkunci
Hanya linangan air mata yang mampu mewakili

Malu...
Ya, mungkin itu yang kurasa
Bodoh...
Gelar itu memang pantas ku sandang

Bukankah Ia tlah memberiku ruang...
Lantas mengapa ku harus terbelenggu di dalam sesak...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar