Cahya jingga di ufuk barat tlah lenyap
Sang Dewi malam mulai menempati singgasananya
Tampaknya ia sedang sendiri di sana
Tapi senyumnya tetap menghiasi malam
Kupejamkan mata sejenak
Mencoba rasakan lembutnya belaian angin malam
Dan...
Kuputar kembali rekaman ”itu”
Begitu indah, kata itulah yang harusnya terucap
Tapi rasanya bibir ini tlah terkunci
Hanya linangan air mata yang mampu mewakili
Malu...
Ya, mungkin itu yang kurasa
Bodoh...
Gelar itu memang pantas ku sandang
Bukankah Ia tlah memberiku ruang...
Lantas mengapa ku harus terbelenggu di dalam sesak...
Tak Seharusnya
18.00 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar